Visa Progresif Dihapus, Kabar Baik Bagi Jamaah Umroh

20 September 2019
Visa Progresif Dihapus, Kabar Baik Bagi Jamaah Umroh
Bagikan Ke :

Pemerintah Arab Saudi secara resmi mengumumkan pencabutan kebijakan visa progresif untuk umroh melalui dekrit raja yang membatalkan aturan tersebut. Artinya, jemaah yang sudah pernah menunaikan ibadah umroh, bisa kembali pergi ke Tanah Suci pada tahun yang sama tanpa harus membayar visa progresif sebesar SAR2.000.

Sebelumnya, Arab Saudi memberlakukan visa progresif bagi jemaah umroh sejak 2016 bagi jemaah yang akan berumrah untuk kedua kalinya atau lebih di tahun yang sama. Dalam aturan itu, jemaah yang berangkat lebih dari sekali dalam setahun terkena biaya tambahan untuk visa sebesar SAR2000 atau setara Rp7,6 juta.

“Terkait visa progresif, sore ini kami terima konfirmasi bahwa ada dekrit raja yang membatalkan. Jadi biayanya flat. Yang 2.000 (riyal) dihilangkan,” terang Konjen RI di Jeddah Hery Sarifuddin, seperti dikutip oleh Antara, Rabu 11 September 2019.

Menurutnya, perubahan kebijakan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Saudi dalam mewujudkan visi 2030, salah satunya target jemaah umrah mencapai 30 juta orang. Kalau tahun lalu sekitar 8 juta jemaah, maka tahun depan ditargetkan mencapai 10 juta.

Pada saat yang sama, Staf Teknis Haji Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI Jeddah Endang Djumali menjelaskan, bersamaan dengan pencabutan visa progresif, Pemerintah Saudi mengumumkan aturan baru tentang pemberlakuan biaya pengajuan visa umrah dalam bentuk Government Fee sebesar SAR300. Biaya ini berlaku untuk setiap pengajuan visa umrah, baik yang pertama maupun kali kedua dan seterusnya.

“Jadi, kebijakannya bukan mengurangi visa progressif dari SAR2000 menjadi SAR300, tapi mencabut aturan visa progresif dan menerbitkan ketentuan baru biaya pengajuan visa umrah dengan Government Fee sebesar SAR300,” jelasnya, dikutip Antara.

Untuk yang sudah pernah berangkat umroh, dan ingin kembali berziarah ke Rumah Allah, hal ini tentu menjadi kabar baik. Sebab, jemaah tidak perlu lagi membayar visa progresif yang terbilang mahal tersebut.


Topic : Berita/Artikel, INFO